Februari 04, 2018

Kenali 5 Fase Rasa Duka dan Cara Mengatasinya

credit: pinterest


Kehilangan orang yang dicintai pastinya bukan hal yang mudah. Ketika kamu kehilangan seseorang, perasaan sedih, marah, dan kecewa sering dirasakan orang yang ditinggalkan. Perasaan-perasaan ini disebut sebagai rasa duka. Tak jarang, mereka yang ditinggalkan begitu larut dalam duka hingga rentan untuk melakukan hal-hal negatif. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenali 5 (lima) fase dari rasa duka dan cara mengatasinya. Apa saja kelima fase itu dan cara mengatasinya?

Menurut para ahli, rasa duka adalah perasaan alami yang muncul akibat ditinggalkan seseorang yang dicintai. Rasa duka juga tidak hanya sekedar berkabung bersedih mengingat mereka yang telah pergi, ternyata, duka sendiri terdiri menjadi 5 fase;



1. Denial atau penolakan.


Secara alami, sebagian kecil dari pikiran kita tidak menerima kenyataan yang ada dengan melakukan penolakan.

“Enggak…enggak…. Enggak mungkin, dia pasti lagi bercanda aja nih,”
“Enggak, ini pasti Cuma hoax doang,”
“Kamu lagi tidur aja ‘kan? Ayo dong, bangun,”

Fase ini dapat dirasakan ketika seseorang telah dinyatakan benar-benar pergi atau masih dalam fase kritis


2. Anger atau amarah


Penyalahan terhadap individu terjadi pada fase ini. Bisa kepada diri sendiri, orang lain, atau pada objek tertentu. Biasanya muncul perkataan seperti;

 “Kenapa enggak aku aja yang mati?”

“Semuanya gara-gara aku”

Bisa juga dalam bentuk menyalahkan orang lain atas perkara kematian, seperti dokter yang menangani kejadian.


3. Bargaining and Regret, atau Pengandaian dan Penyesalan


Ada yang bilang, penyesalan selalu datang diakhir. Fase ini seseorang akan melakukan berbagai pengandaian atas kemungkinan-kemungkinan yang bisa membuat si mereka yang pergi mungkin tidak mengalami kematian.

“Coba aja dari dulu gue suruh dia supaya jalanin hidup sehat,”
“Seandainya dia rajin check-up ke dokter,”

Tak jarang, pengandaian ini berujung pada penyesalan, dimana yang ditinggalkan menyesal karena tidak menghabiskan banyak waktu semasa mereka yang sudah pergi masih ada di dunia.


4. Sadness or Depression,


Kesedihan karena ditinggalkan bisa jadi berlarut-larut dan bertambah. Apalagi jika dibarengi oleh penyesalan atas sesuatu belum tersampaikan pada mereka yang sudah pergi atau penyesalan atas kata-kata yang pernah diucapkan kepada mereka yang sudah pergi. Kesedihan dan penyesalan yang berlarut-larut bisa menyebabkan seseorang menjadi depresi. Hal ini bisa mengarah ke perbuatan-perbuatan negatif.


5. Acceptance


Pada fase ini, orang yang ditinggalkan sudah dapat menerima kenyataan bahwa dia sudah pergi dan mereka harus move on. Dari kelima fase ini, perlu diketahui bahwa tidak semua orang mencapai fase 
acceptance. Ada yang berhenti di fase anger atau bahkan di fase depression. Oleh karena itu, penanganan lebih lanjut ke psikiatri sangat disarankan bagi yang merasakan duka berkepanjangan. Namun, ada cara lain untuk menghadapi perasaan ini. Mengingat bahwa rasa duka adalah perasaan alami  yang tidak bisa dihindari, maka salah satu solusi yang ditawarkan oleh para ahli adalah dengan;

menerima 

Terimalah rasa sakit, kecewa, kehilangan, kesepian atau rasa apapun yang kamu alami ketika ditinggal olehnya. Kumpulkan semua barang yang mengingatkanmu dengan dirinyayang sudah pergi dan renungkanlah kenangan bahagia yang kamu alami bersamanya.

Kemudian ingatlah, bahwa dunia tidak akan berhenti hanya kamu bersedih dan dia yang pergi pasti ingin kamu bahagia.

Jika rasa dukamu tak kunjung berakhir, maka terapi dari psikolog sangat disarankan mengingat kondisi psikologis dan kondisi setiap orang saling berbeda.


Siapapun dirimu, kamu berhak untuk bahagia.





Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comments

COPYRIGHT © 2018 ATIKAH AMALIA · THEME BY RUMAH ES