Desember 16, 2018

Bloggers, Sudahkah Menghindari Kesalahan Penulisan Struktur SEO dibawah Ini?



Udah lama menulis, tapi belum ada artikel yang masuk peringkat #1 Google? Bisa jadi artikel kamu belum ranking karena kesalahan penulisan di bawah ini.


Kesalahan penulisan artikel seo oleh bloggers



Menulis sesuai dengan kaidah SEO adalah salah satu syarat utama blog atau website menduduki peringkat atas pencaharian Google. Sayangnya, saya masih sering menemui kekeliruan bloggers dalam mengoptimisasi blog maupun artikel agar ramah mesin pencaharian.

Padahal, selain akan menghemat biaya promosi website/blog dibanding memasang iklan, menulis sesuai kaidah SEO akan mendapat hasil yang diinginkan secara maksimal, yaitu menjadi nomor satu di mesin pencaharian (apalagi kini Google lebih memprioritaskan organic search).


Sayangnya, sebagian bloggers belum menerapkan kaidah SEO utama dalam penulisan artikel blog. Hal inilah yang menyebabkan artikel atau postingan blog sulit untuk menduduki peringkat atas di pencaharian Google. 

Faktor 'belum menerapkan' ini bisa disebabkan berbagai macam hal. Mulai dari ketidaktahuan murni, kurang memahami, hingga salah mengikuti workshop SEO.


Oleh karena itu, dalam postingan ini saya akan membahas kesalahan-kesalahan penulisan artikel blog yang sering saya temui dan pernah saya alami dulu yang menyebabkan artikel blog tidak ranking di laman pertama Google.


Sebelumnya, mari kita ketahui dulu apa itu SEO.


SEO (Search Engine Optimization) merupakan langkah optimisasi blog atau website untuk menduduki peringkat atas mesin pencaharian Google. Optimisasi dapat dilakukan secara on-page maupun off-page.

Dari segi on-page, ada banyak langkah yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah mengoptimasi konten blog atau website. Contohnya seperti membuat konten berkualitas yang mengacu pada standar kepuasan pembaca (user experience) dan mematuhi aturan teknis Google guna mengoptimisasi secara on-page


Namun yang jelas, penulisan artikel sesuai struktur yang di'kenali' oleh mesin Google adalah salah satu poin terpenting. Karena, tanpa penulisan yang dikenali oleh mesin Google, sebagus apapun artikel yang kamu buat akan sulit untuk memasuki peringkat atas pencaharian secara organik.


Sebenarnya tidak sulit untuk menulis sesuai struktur yang sudah dianjurkan Google (SEO Friendly). Karena baik dari Blogspot maupun Wordpress telah menyediakan fasilitas dan paduan yang lengkap perihal tata caranya.

Untuk pengguna wordpress, kamu bisa memakai plug-in Yoast sebagai parameter utama Skor SEO artikel kamu (walau tidak utama juga 'sih). Sedangkan pengguna blogger bisa mengacu pada penggunaan fasilitas yang telah disediakan seperti heading, sub-heading, meta description / deskripsi penelusuran, permalink (tautan permanen) dan lain lain. Kurang lebih hampir sama seperti acuan di wordpress.


Mudah bukan? Lalu pertanyaannya; Bagian mana saja yang sering kali dilewatkan oleh para Bloggers?


Memilih Keyword berdasarkan Tingkat Pencaharian Saja.




Sering mendengar prinsip 'Pilih keyword yang banyak dicari dan kompetitornya rendah'? Sebenarnya tidak ada yang salah dengan prinsip ini, tapi menurut saya agak disayangkan saja sih, hehe. 

Tingkat volume keyword memang memberikan kita wawasan seberapa dicari topik dalam keyword tersebut, namun memilih keyword berdasarkan relevansi topik artikel akan menambah skor konten dari artikel tersebut.

Misalnya, artikel kamu membahas mengenai "Cara memotong timun" maka keyword yang bisa kamu gunakan adalah 'Tips memotong timun', 'cara cepat memotong timun', atau 'kiat memotong timun dengan benar'.

Keyword mana yang kamu pilih? Kamu bisa menyesuaikan dengan kesesuaiannya dengan tujuan artikel kamu,  kemudian baru menimbang mengenai keyword mana yg memiliki kompetitor dan volume tertinggi.

Namun kembali lagi ke tujuan awal kamu, strategi ini juga bisa dibalik urutannya jika kamu memang ingin mengejar peringkat artikel.



Tidak Menggunakan Heading Sebagai Acuan Struktur



Dosa besar.

Kenapa saya bisa bilang demikian?

Kalau kita perhatikan, setiap heading di Wordpress maupun Blogspot akan menghasilkan ukuran yang berbeda-beda bukan?

Pada dasarnya heading diciptakan untuk mempermudah pengguna membaca artikel di website dan memudahkan Google mengidentifikasi konten kamu.

Jika kita tidak menggunakan Heading pada tempatnya, maka jangan heran Google sendiri tidak bisa mengidentifikasi artikel yang dibuat.

We're dealing with machine afterall.


Terus, bagaimana cara menggunakan Heading dalam penulisan artikel blog?

Sebenarnya, cukup mudah memahami kegunaan Heading dalam penulisan artikel. Logika sederhananya seperti ini;


Contoh, penulisan artikel cara menyeduh teh [kiri untuk Wordpress, kanan untuk Blogspot]

2 Cara Mudah Menyeduh Teh        [Heading 1] / [Heading] 
Hai gaiz, hari ini aku mau kasih tau cara mudah menyeduh teh. Cekidot! [Paragraph] / [Normal] 
1. Siapkan kantong teh seduh           [Heading 2] / [Sub-Heading]
Merk yang disiapkan melulu wangisari, kamu juga bisa memilih merk lain yang kamu suka. [Paragraph] / [Normal] 
2. Siapkan Cangkir berisi air panas, celupkan kantung teh selama 1 menit.  [Heading 2] / [Sub-Heading]
  • Sembari menyelup, kamu juga bisa mengaduknya agar warna air cepat berwarna cokelat.  [Heading 3] / [Minor Heading]
Demikian cara mudah menyeduh teh. [Normal]

Judul artikel otomatis terletak sebagai H1 dalam blog atau website (silahkan cek tema masing-masing mengenai pengaturan ini). Sedangkan untuk penjabaran dari judul artikel dapat menggunakan H2.

Prinsipnya mirip seperti pembuatan makalah dan skripsi bukan?


Tautan Permanen (Permalink / URL) Harus Persis Seperti Judul Artikel

Apakah kamu termasuk yang menyamakan judul dengan URL / permalink?




Permanent link dan URL untuk artikel blog juga memiliki aturan sendiri agar SEO friendly. Aturannya sebenarnya cukup mudah. Cukup pastikan permalink atau URL singkat dan mengandung keyword utama artikel.

Contoh, keyword utama kamu adalah "cara memotong timun".

Maka, kamu bisa ubah tautan permanen (permalink) / URL / Slug postingan blog kamu menjadi namablogkamu(dot)com/post/cara-memotong-timun.

Mudah bukan?


Tidak Memberikan External Link karena Takut Pembaca 'Kabur'

Apakah benar, jika memasukan external link adalah penyebab utama Bounce Rate di Google Analytic meningkat?


Dengan memberikan outbond link ke website yang lebih kuat domain ratingnya seperti Facebook.com, Twitter.com, Viva.co.id, dan lain lain, akan menunjukan bahwa konten yang kita buat akan merujuk ke sumber yang konkret.

Secara tidak langsung, Google akan menganggap bahwa konten kita memiliki kualitas yang patut untuk dikategorikan sebagai "konten yang berkualitas". Dimana, menurut pengamatan saya, "konten berkualitas" selalu berada di peringkat atas prioritas Google memilih konten di laman pertamanya [bahkan di setiap pergantian algoritma].

Domain rating ibarat "skor" suatu website di mata Google. Dengan meningkatnya Domain Rating, kesempatan website/blog kamu untuk masuk ke laman pertama Google akan meningkat dibanding web/blog dengan domain rating rendah.

Tapi, saya gak menyarankan juga sih untuk selalu mencantumkan outbond link di setiap post yang kita tulis. Jadi saran saya, jika artikel memang tidak merujuk pembaca untuk menuju situs yang kita rujuk, sebaiknya tidak perlu dicantumkan dalam artikel.

(PS: Bounce Rate tinggi bukan berarti 'pembaca kabur' loh. Bisa jadi, pembaca telah mendapat informasi yang cukup dari artikel yang kamu berikan, baru menutup situs kamu. Jadi, Bounce Rate juga menjadi pertimbangan efektif atau tidaknya konten kamu dalam menyuguhi informasi.)


Tidak Mengisi Alt Text pada Gambar Artikel




Jika kamu sering ubek-ubek setiap pilihan saat membuat artikel blog, kamu pasti menemukan pilihan alternative text (Alt Text) dalam pengaturan gambar.

Alt Text ditampilkan pada saat laman posting tidak dapat dimuat. Jadi, daripada teks yang ditampilkan 123456789(dot)jpg. Akan lebih baik jika dinamakan dengan nama gambar  + keyword utama artikel bukan? Pemberian nama gambar + keyword utama dalam Alt Text juga mempermudah Google mengenali gambar pada artikel yang kamu tulis.



5 poin diatas adalah poin-poin penting yang membuat suatu artikel sulit ranking #1 di halaman pencaharian pertama Google beserta solusi penyelesaiannya.

Perlu kembali diingat, SEO sebenarnya tak lain adalah memahami teknis Google mengangkat suatu website ke halaman pertama pencaharian. Jadi, tetap update pada informasi algoritma terbaru Google dan situs-situs digital marketing juga tak kalah penting untuk tetap tahu tips mengangkat artikel kamu menjadi nomor satu di Google.

Hasil penelusuran pada 9 Oktober 2018 jam 14:36 WIB.
Postingan Review Cerave Hydrating Cleanser ditampilkan laman pertama Google Indonesia (mode incognito)



Terakhir, hal terpenting dalam SEO adalah monitoring dan sabar. Artikel saya yang membahas Cerave membutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk masuk halaman pertama Google [Hal ini juga dibantu oleh postingan instagram hokage skincare Affie Assegaf ketika membahas Cerave yang membuat demand keyword "review cerave indonesia" meningkat di pencaharian.].


Kamu punya tips lain dalam meningkatkan ranking artikel di pencaharian Google? Jangan lupa share di komentar ya!


Jangan lupa follow blog ini dan subscribe melalui e-mail untuk tahu artikel terbaru dari blog saya ya~


Stay Awesome, xoxo.

Atikah A.


Maret 13, 2018

Honest Review: Cerave Hydrating Facial Cleanser, Solusi Pembersih Wajah untuk Kulit Kering


Salah satu masalah pemilik kulit kering adalah mencari cleanser yang membersihkan, melembabkan, tanpa efek 'ketarik' pasca pemakaian. Walau cleanser seperti ini masih jarang di Indonesia, mungkin kamu bisa mencoba Cerave Hydrating Facial Cleanser ini. 


cerave hyrdating-atikahamalia(dot)com-graphic

Mengenai pembersih wajah, saya sendiri sudah terhitung tiga kali berganti cleanser karena hasilnya kurang memuaskan; kulit menjadi ‘ketarik’, berjerawat, atau malah jadi kusam. Setelah beberapa kali browsing mengenai cleanser yang ramah kulit super kering, pencarian saya berhenti di CeraVe Hydrating Facial Cleanser. Ini dia review saya tentang CeraVe Hyrdating Facial Cleanser setelah 6 bulan pemakaian;


Februari 04, 2018

Kenali 5 Fase Rasa Duka dan Cara Mengatasinya

quotes_pinterest_atikahamalia(dot)com


Kehilangan orang yang dicintai pastinya bukan hal yang mudah. Ketika kamu kehilangan seseorang, perasaan sedih, marah, dan kecewa sering dirasakan orang yang ditinggalkan. Perasaan-perasaan ini disebut sebagai rasa duka. Tak jarang, mereka yang ditinggalkan begitu larut dalam duka hingga rentan untuk melakukan hal-hal negatif. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenali 5 (lima) fase dari rasa duka dan cara mengatasinya. Apa saja kelima fase itu dan cara mengatasinya?


Oktober 09, 2017

Melukis dengan Cat Air Sebagai Penghilang Stress, Emang bisa?

PENGARUH STRESS rupanya tidak hanya berdampak pada kesehatan, namun juga kemampuan untuk mengontrol kesabaran diri sendiri. Katanya sih salah satu cara untuk menghilangkan stress adalah dengan menuangkannya dalam hobi, salah satunya adalah dengan melukis. Loh, emang iya bisa?


Akhir-akhir ini (berkat skripsi tercinta), secara enggak sadar gue lebih sering marah dan gregetan terhadap sesuatu yang sepele. Sometimes  I wonder it by myself; “Ini hal sepele loh, kok sekarang jadi ngeselin banget ya?” Apakah karena lagi PMS kah? Atau apa ‘kah?

Ternyata, 4 tahun kuliah membuat gue lupa akan hobi masa kecil gue, yaitu ngelukis pakai cat air.

Jadi gue memutuskan untuk mulai mengambil cat air yang dikasih Yodi pas gue ulang tahun kemaren. Sempat terlintas dipikiran gue “Gambar apa ya?” karena udah capek apa-apa dipikirin jadi tuangin yang dipikiran aja dari kemarin; tanaman, pot, sofa, atau hmm... yaaa... apa aja deh yang di sekitar.

Setelah 4 jam ngulik Pinterest, liat tutorial di Youtube  dan coba-coba iseng, jadilah hasilnya begini;


gambar kanan: Proses outlining. Gambar kiri: Final 


Dan ketika udah jadi malah ketagihan!  Coba lagi dan lagi (walau ujung-ujungnya tanaman juga). Kali ini gue pindah dari meja makan ke Coffee Shop lokal dekat rumah.

Macam-macam botanical plants dari imajinasi (yang gak tau beneran ada atau engga di dunia nyata)

Contekan dari Pinterest dan Sofa Cafe yang dijadiin korban



Akhirnya, sampai pada titik dimana gue ngerasa menikmati sekali apa yang namanya proses.
Mengejutkannya, beberapa hari kemudian rasa ‘kesel’  dan ‘bawaan mau ngomel’ ternyata berangsur berkurang.

Bener enggak sih ini akibat dari ngelukis pakai cat air?


Rupanya jawabannya iya.

Berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan oleh US National Library of Medicine dengan judul The Connection Between Art, Healing, and Public Healtth: A Review of Current Literature  [Hubungan antara Seni, Penyembuhan dan Kesehatan Masyarakat: Tinjauan Literatur Umum] menyimpulkan bahwa aspek seni visual mampu menurunkan tingkat stress, meningkatkan fokus dan membangkitkan pandangan positif terhadap kehidupan pasien yang menderita kanker dan penyakit kronis lainnya.


Kok bisa ‘sih?

Prosesnya ternyata simple loh. Para pasien  diminta memvisualisasikan kondisi yang mereka alami melalui menggambar dan memilih komposisi warna (tanpa memikirkan gambar mereka bagus atau tidak).

Rupanya, dari proses ini, dapat disimpulkan seni visual yang salah satunya adalah melukis dengan cat air ini mampu mengekspresikan pikiran para pasien tanpa harus memikirkan kata-kata yang akan diucap, gengs. Metode ini uga dianggap  yang dianggap menarik karena dapat mengetahui pengertian para pasien akan sakit yang mereka alami.

Hasilnyapun para pasien yang kebanyakan menderita penyakit kronis dapat lebih berpandangan positif untuk kedepannya. Yang berarti, secara tidak langsung mendukung pengobatan diri mereka untuk keadaan yang lebih baik.

Seperti yang dikutip jurnal yang bersangkutan;


 “Art can be a refuge from the intense emotions associated with illness”

 [Seni dapat dijadikan alternatif menghindari emosi terdalam akibat dari penyakit yang diderita]


Jadi, bisa disimpulkan buat kamu yang lagi mikirin skripsi, kuliah, gebetan atau mantan, eh, maksudnya lagi banyak pikiran gitu deh, Boleh coba tuangkan pikiran kamu dengan melukis dengan cat air gengs.

Cat air banget ya? Enggak juga sih, in my humblest opinion, kamu bisa tuangkan pikiran kamu dalam seni manapun. Mulai dengan kertas kosong dan pensil 2B juga bisa kok!


Selamat berseni semua!






Artikel ini bermanfaat? Yuk berbagi ke yang lain! ツ Jangan lupa comment pikiranmu tentang artikel ini ya, have a nice day lovelies!
COPYRIGHT © 2018 ATIKAH AMALIA · THEME BY RUMAH ES